Masuk Pusat PengawasanMasuk
Mosaik satelit Sentinel-2 Bangka Belitung dengan batas 122 WIUP

Setiap wilayah IUP,
terlihat dari orbit.

122 WIUP resmi ESDM di Bangka Belitung dipantau citra optik, radar, dan pelacak unit mitra dalam satu pusat pengawasan.

Batas resmi

Batas wilayah diambil apa adanya dari ESDM.

Poligon WIUP ditarik langsung dari Geoportal Kementerian ESDM dan diperbarui tiap pekan, termasuk enclave yang dikecualikan dari pemantauan. Darat dan laut dipisahkan otomatis dari porsi air pada citra terbaru.

103
WIUP darat
19
WIUP laut
4.209km²
luas dipantau
Citra optik

Lahan terbuka baru tercatat per petak.

Setiap lintasan cerah dibandingkan dengan citra sekitar 30 hari sebelumnya pada resolusi 10 meter. Bukaan mulai 0,1 hektar dicatat lengkap dengan koordinat, lalu baru menjadi peringatan setelah terlihat lagi di lintasan cerah berikutnya.

Awan, kabut asap, dan hujan lebat tidak dihitung sebagai perubahan. Kolong baru dan air keruh dihitung dalam hektar, dengan citra sebelum dan sesudah sebagai bukti.

1.684 lintasan sudah dianalisis · siap citra komersial 3 m harian

Radar tembus awan

Di laut, radar tetap melihat saat langit tertutup.

Radar Sentinel-1 bekerja siang dan malam menembus awan. Di WIUP laut, kapal, ponton, dan unit yang memantulkan sinyal dihitung pada setiap lintasan.

Pantulan di garis pantai dan bangunan tetap disaring. Yang hanya lewat tidak dilaporkan; unit ditandai setelah menetap di lintasan berturut-turut.

SPK mitra & RK

Mitra bekerja di dalam RK-nya.

Setiap SPK mitra punya RK, yaitu poligon area kerja di dalam WIUP, lengkap dengan jatah unit Tambang darat, PIP, dan KIP. Aktivitas di dalam RK dan masih dalam jatah cukup dicatat.

Peringatan muncul untuk unit di luar RK, unit melebihi jatah, atau aktivitas setelah SPK berakhir. WIUP tanpa mitra berlaku menjadi WIUP pasif, dan aktivitas apa pun di dalamnya langsung diawasi.

Pelacak satelit

Setiap unit mitra punya posisi.

Pelacak satelit Iridium Edge Solar di setiap unit Tambang darat, PIP, KIP, dan kapal keruk melapor dari mana pun tanpa sinyal seluler. Kapal juga terbaca lewat AIS dari penerima di pesisir.

Sensor getar Bluetooth menunjukkan mesin hidup atau mati beserta jam kerjanya. Unit yang terlihat satelit tanpa perangkat terdaftar di dekatnya langsung ditandai.

Semua yang dibutuhkan tim pengawasan, di satu layar.

Setiap lintasan satelit dianalisis otomatis untuk tiap poligon, tanpa tim harus memeriksa citra satu per satu.

Dari orbit ke layar pengawasan dalam hitungan jam.

  1. Satelit melintas

    Satelit optik dan radar memotret Bangka Belitung pada setiap lintasan orbit.

  2. Analisis per WIUP

    Setiap piksel di dalam batas poligon dihitung: lahan terbuka, air, kekeruhan, dan pantulan radar.

  3. Uji perubahan

    Perubahan harus terlihat lagi di lintasan cerah berikutnya, jadi awan dan noise tersaring.

  4. Peringatan dan bukti

    Kejadian masuk ke pusat pengawasan dengan citra bukti dan lokasinya, siap ditindaklanjuti tim lapangan.

Dibangun oleh tim yang paham satelit dan paham tambang.

IUPWATCH lahir dari pengalaman membangun sistem analisis satelit untuk eksplorasi mineral di Bangka Belitung, mulai dari pemetaan lembah purba, batimetri perairan dangkal, sampai deteksi aktivitas penambangan dari orbit.

Pusat pengawasan sudah menunggu.

Masuk dengan ID petugas yang diberikan administrator.

Masuk Pusat Pengawasan